Ratu beliza beautifia itu nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku sejak 17 tahun yang lalu. Aku tak tahu mendapat ide dari mana asal nama itu, aku sangat bangga dengan makna yang ada di dalamnya. Aku mempunyai seorang adik laki laki yang bernama, keenan marsvenusian. Ia sekarang sedang duduk di bangku SMP, tepatnya masih kelas 7. Dan aku sekarang sedang duduk di bangku SMA tepatnya kelas 11IPA aku mempunyai seorang pacar, yang berada satu tingkat diatasku, iya dia bernama, Stevan philip. Ia berasal dari keluarga kaya, dan terkenal pintar di kotaku. Kami memulai hubungan sejak 2 tahum yang lalu, tepatnya 20 April 2011. Hubungan kami sangat harmonis walau banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari perbedaan pendapat hingga gangguan gangguan yang disebabkan oleh orang orang yang iri akan hubungan kami. Semua itu kami jadikan sebuah acuan untuk mempererat jalinan kasih sayang kami. Tak terasa stevan sudah melewati ujian nasional yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Dan hari perpisahan dan pelepasan pun sebentar lagi akan diadakan, iya tepatnya pada tanggal 20 April 2013 yang bertepatan dengan hari jadi kami yang ke-3, ya kuakui aku memang sedikit sedih, mungkin tidak sedikit tapi seutuhnya sedih. Bertepatan dengan hari itu juga ia akan pergi ke Jogja untuk mempersiapkan kuliahnya dan bimbel yang ia ikuti. Akupun bingung, aku harus bagaimana, jikalau aku senang, aku tak dapat menyembunyikan rasa kehilangan ini. Aku tak sanggup hanya melihatnya dilayar monitor, mendengar suaranya melalui handphone. Aku ingin melihat dirinya seperti biasa ya Tuhan, dengan mata kepalaku sendiri. Secara langsung tanpa ada pembatas diantara kami. Di satu sisi apabila ku bersedih, aku seolah olah tak merelakannya untuk pergi. Itu hanya akan membuatnya merasa gelisah dengan sikapku, akupun mencoba untuk dapat merelakannya sepenuh hati. Merelakan ianpergi meski hatiku merasa gelisah yang menggebu gebu, aku tau aktivitas mahasiswa lebih sibuk dari masa SMA. Aku harus siap dengan kesibukannya, aku harus mengerti dengan keadaannya. Ku tahu waktu untuk sekedar menanyakan aku sedang apa akan sedikit berkurang. Menanyakan kabarku akan semakin menipis. Tapi aku percaya aku dapat melewatinya dengan segala macam hal yang dapat menimbulkan rasa curigaku. Karena aku yakin, aku dapat mengalahkan jarak, aku dapat mengalahkan rasa rindu. Tapi sepertinya rasa rindu… Itu yang paling susah aku kalahkan. Dapatkah aku mengalahkannya? Dapatkah aku percaya bahwa dia takkan mendua? Dapatkah aku percaya dia takkan berubah? Berbekal rasa percaya yang kuat bahwa dia setia membuat pikiranku semakin kuat bahwa aku hanya dipisahkan dengan jarak yang takkan memberhentikan rasa sayangku. Haruskan aku menyerah pada jarak? Tentu tidak. “Distance” is the only way that Allah wants to teach us about what the mean of “trust”. Akupun menangis semalaman, menangisi keadaan yang cukup menyiksaku. Lusa, semua akan terjadi, semua akan dimulai. Perjalanan dan kawan baru, iya jarak. Besok rencananya ia akan mengajakku untuk berjalan mengelilingi kota sambil pamit denganku. Iya itu bakal menjadi hari penuh dengan tangis, pikirku. Ketika aku coba menguatkan hati, satu persatu kenangan itu muncul. Kenangan manis diantara kita. Disaat tawamu hadir dalam hariku, disaat nasihatmu membalut rasa salahku. Disaat orang lain tak dapat mengerti, kaulah yang hanya dapat memahami. Malam itupun aku tutup dengan mengirimkan BBM kepadanya. “Malam, mimpi indah ya. Jaga rasa percayaku saat kau akan berada jauh disisiku :)”. Pesan itupun terkirim, mengukirkan senyuman kebohongan, karena ada tangis dalam senyum itu. Aku bergegas tidur karnanjam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Keesokan harinya aku terbangun dengan sebuah pesan yang berisi “selamat pagi, tak usah risau. Walaupun ragaku tak berada disampingmu, tapi jiwaku selalu tersedia dalam setiap langkahmu.”. Aku cukup bahagia, dapat sedikit mengikis rasa gundahku. Tak ingin larut dalam rasa gundah, akupun bergegas ke sekolah. Untuk belajar dan sedikit mengenang senyum yang akan sebentar lagi hilang, berkurang dari biasanya. Kulalui hari itu dengan penuh canda denganmu. Hingga lelah menyapaku dan rasa kantuk pun tiba. Tanpa mengucapkan selamat malam pun aku tertidur lelap. Dan hari dimana ia akan pergi pun tiba. Hari dimana jarak akan menggeluti kisahku pun tiba. Kulihat dia pada hari itu terlihat amat menawan dengan segala yang ia pakai. Dan sekali lagi, air mata pun tak kuasa ku bendung. Ia secara alami jatuh dan menetea di pipiku. Dan segera ia menghampiriku dan meyakinkanku untuk tetap kuat. Akupun terbuai dengan kata kata yang ia ucapkan. Dia menghiburku dengan lelucoannya yang aneh. Kami pun mengabadikan momen momen indah itu dengan sebuah kamera DSLR milikku. Ku harap dapat mengikis rasa rindu ketika aku tak dapat bertegur sapa dengannya. Tak ingin membuatnya kecewa akupun ikut larut dalam lebahagiaannya. Hingga waktunya tiba ia akan pergi, aku ikut mendampinginya ke bandara. Salam terakhir yang ia berikan berupa sebuah pelukan. Aku pun terhanyut didalamnya. Dan air mata pun seketika jatuh. Bukan karena sedih, kini aku sudah siap dengan apapun. Bulan bulan awal hubungan komunikasi kami masih baik, ia masih dapat meluangkan waktunya untuk menanyai kabarku. Ia aku disini lelah disiksa rindu. Tapi aku harus apa? Untuk menutupi semuanya, sekarang aku menambah jam untuk bermain dengan temanku. Melupakan sejenak sesosok orang yang ku cinta. Kadar kecuekannya pun lama lama makin meningkat. Aku masih percaya mungkin dikarenakan kesibukannya mengerjakan tugas. Malam malam yang kulalui penuh dengan berjuta juta prasangka hati, apa yang kamu lakukan sekarang? Adakah waktu untuk pulang? Adakah waktu untuk sekedar bertatap muka melalui layar monitor?. Kamu tak perlu tahu bagaimana khawatirnya aku akan hal itu. Disaat semua hal yang membuatku jenuh, datang sesosok orang yang menawarkan berjuta perhatian yang seperti kau berikan ketika kau masih berada didekatku. Awalnya kuanggap biasa, tapi… Makin lama aku makin terbuai olehnya. Sementara kamu? Kamu sibuk dengan semua urusanmu. Aku masin dapat mentoleransi itu. Sekali lagi kuyakinkan bahwa kau masih yang terbaik dihatiku. Entah kenapa rasa lelah akan jarak pun mulai muncul, rasa lelah akan kurangnya perhatian pun memuai. Aku harus bagaimana? Aku hanya bisa diam dan mengikuti alurnya. Hingga pada akhirnya kau memutuskan untuk fokus dengan karirmu, sementara aku, kau tinggalkan dengan sejuta rasa rindu. Akupun dapat menerimanya. Takperlu ku jelaskan aku lelah ternyata kau telah terlebih dahulu menyatakannya. Akupun berterima kasih, karena aku tidak perlu melukai hatimu dengan keputusanku. Dan kini? Aku menjalin cerita baru dengan dia yang hadir di sela sela kau dan aku, iya Willy. Dan ku dengar kaupun telah memulai cerita baru dengan gadis asal jogja itu. Aku turut bahagia denganmu, terutama dengan kita. Ternyata kita belum dapat berteman dengan yang namanya jarak, belum dapat berteman dengan yang namanya kecuekan. Iya kita sama sama masih membutuhkan perhatian ekstra serta senyum nyata yang tergambar indah dari orang yang berada disamping kita. Pesan ku untukmu, semoga kamu bahagia dengannya. Dan doakan aku pula ya, agar aku dapat membuat cerita uang berwarna dengan dia. Aku percaya Tuhan, mempunyai suatu cara yang indah untuk kita. Mungkin kita tak dapat bersama, tapi cerita kita akan ku jadikan cara untuk dapar mendewasakan diri dengan hal yang namanya cinta. Dan mungkin apabila Tuhan memang menakdirkan kita bersama, suatu hari pasti ada saja jalan yang akan mempersatukam kita. Untuk sekarang? Ayo kita warnai cerita kita dengan kisah indah masing masing ya?. Salam sayang, teman lamaku
April 2013
2 posts
Hai aku pelajar dari sebuah SMA bahasa swasta terkenal di jakarta. Aku berusia 16 tahun, dan selama 16 tahun ini aku merasakan hidup yang amat teramat bahagia. Tapi cuma satu yang ngebikin aku kurang bahagia. Udah 1 tahun terakhir aku gapunya pacar alias single. Aku gamau dipanggil jomblo. Kedengerannya miris banget gitu ya. Sedih gapunya pacar itu aku rasain disaat jalan bareng temen yang ngegandeng pacar masing masing. Nah aku? Nge gandeng juga sih, ngegandeng tas ku yang berisi kamera. Yang berfungsi untuk mengabadikan setiap momen indah yang dijalanin sama temen temenku. Iya aku tertindas, aku yang tersakiti melihat kebahagiaan mereka disaat bersama. Aku bisa apa? Meluk bantal doang. Yang berharap bantal itu bisa berubah jadi orang yang aku suka. Impossible banget ya? Haha yatapi tak papa dengan status single itu aku bisa fokus ke sekolah dan meraih prestasi, enaksih tapi terkadang aku dibully abis abisan sama anak kelas dengan status “Single Ngenes 2013” sebuah penghargaan yang bisa dibilang nyakit tapi juga sebuah kebanggaan. Aku single men! Bebas bas bas. Daripada yang punya pacar tapi berasa udah kayak CCTV yang selalu merhatiin tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun. Oh NO! Aku tidak nyaman dengan itu. Aku cuma pengen merasakam indahnya paras tiap orang yang kulihat, tak ada yang marah kan? Aku kan single, ya aku jelasin sekali lagi single happy, ahaiii. Bebas terbang seperti kupu kupu tanpa ada angin topan yang menghalang gerak indahnya sayap sayapku. Aku dapat hinggap di setiap bunga yang kulihat menarik dan dapat mengambil nektarnya. Sungguh indah masa masa itu. Alu single bukan karna aku gamau buat komitmen. Tapi aku udah capek men. Capek untuk di kacangin, capek untuk dianggap sebagai pengagum bodoh. Dan yang pasti aku capek untuk menjabat dengan predikat “Penikmat Harapan Palsu”. Iya banyak orang yang berusaha ngedeketin aku, setelah kami dekay, aku mulai suka dan akhirnya… Aku digantungin kayak jemuran yang diterpa sinar matahari yang amat panas. Oh men… Kau anggap aku apa? Semaumu kau buat aku menderita begini. Dan selama setahun ini pula aku berteman dengan “Pemberi Harapan Palsu” iya mereka yang punya mukut manis dengan rencana rencana indah denganku walau semua rencana itu layaknya capung hidup didalam air. Takkan pernah bisa, dan apabila dipaksa? Iya capung itu akan mati. Seperti itu juga perasaa aku yang hancur karnamu. Karna kalian sang PHP. Aku tak tau apa aku yang terlihat berlebihan disaat mereka merasa aku hanya seorang teman atau memang mereka senang memberi janji dan tak pernah untuk mempresentasikannya. Mungkin mereka merasa perhatian yang mereka berikan itu biasa, tapi bagi aku yang udah single 1 tahun dikasih perhatian gitu? Oh Tuhan aku terbang melayang layang mengelilingi angkasa yang terhanyut akan buaiannya. Aku tak tau Engkau ciptakan dari apa mulut mereka, sebegitu indahnya hingga membuat aku terhanyut dalam setiap frase kata yang mereka ucapkan. Frase frase kata indah tersebut terasa semuanya tertuju padaku. I’m the only one… Rasa PD yang terlalu tinggi atau rasa bosan dengan kesendirian atau apa ku tak tau. Aku hanya berusaha untuk biasa, tapi perasaan ku tak bisa. Aku tak dapat, menyembunyikan rasa yang terlukis indah dalam benakku. Iya mata memang bisa menghapuskan keindahannya, tapi hati? Tentu tidak. Hati selalu berkata jujur, hati selalu hanyut dalam hangatnya kata indah yang ia tuturkan, dan aku terhanyut dalam lautan asmara. Sampai akhirnya aku menemukan seorang yang sepertinya memang orang yang aku butuhkan. Cerita cinta kamu pun dimulai, kami amat saling menyayangi satu sama lain, memperhayikam satu sama lain. Hingga pada suatu malam hapeku berdering menandakan sebuah pamggilan. Akupun bergegas mengambilnya dan yang tak ku sangka dia adalah orang yang sedang dekat denganku saat ini, aku pun gugup menjawab telponnya: “Halo… Ini bener kaka..mu?” ” dih lucu kok gugup sih? Seneng ya dapet telpon dari aku?” setelah panjang lebar kami berbasa basi berintonasi dan berpuisi kami ingin menyatakam apa yang sesungguhnya kami rasakan: “aku…” secara berasamaan kami ucapkan dan aku membalas ” yaudah deh kamu duluan aja yang ngomong” “oke… Aku cuma mau bilang aku sayanggg banget sama kamu, kamu lucu, baik, perhatian, pokoknya seru deh” “ah masa? Makasih. Aku juga mau bilang kamu juga care, baik banget. Jadi kita jadian kan?” dengan PD aku membalas, dan ia menjawab ” pardon me? Haha engga lah, aku sayang sama kamu sebagai adik, sebagai teman curhat dan sahabat” akupun terdiam… Ternyata, memang cerita cintaku ini kayak iklan yang gajelas udah gitu singkat yang hanya numpang lewat. Aku tak tahu ini salahku ataunini salahnya. Salahnya aku yang terlalu merasa di spesialkan atau salahnya yang terlalu mengangungkan kehadiranku. Aku tak tahu rasa apa yang kini aku rasakan. Tapi, yang pasti aku akan selalu seperti ini, dan sepertinya itu sudah menjadi suratan cintaku yang telah ditakdirkan Tuhan, iya sebagai “Penikmat Harapan Palsu” untuk saat ini. Tak papa aku takkan menyesal. Karna semua itu hanya sebuah cara untuk menjadikanku pribadi yang lebih baik… Terimakasih Pemberi Harapan Palsu. Karna kini kau telah mendewasakanku. Dan mungkin aku akan selalu begitu, menjadi penikmatnya, penikmat sebuah rasa palsu. Rasa yang tak tau apa wujudnya. Dan aku siap akan itu…
March 2013
2 posts
Hai namaku kanza. Aku seorang pemimpi yang berharap semua dapat kuwujudkan dengan tangan ini. Ya aku baru duduk di bangku SMA. Sudah kelas 3 semester 2 yang bentar lagi ngehadepin UN. Aku punya seorang kekasih bernama calvin yang sudah menginjak bangku kuliah di sebuah universitas negeri terkenal di Depok. Dia yang kudamba sejak 1 tahun yang lalu, dan akhirnya pada bulan Januari kemarin kami jadian. Wah rasanya itu sungguh sangat amat gembira waktu apa yang sudah kamu lakuin selama ini akhirnya dapat balasan yang setimpal. Ya setelah memendam rasa, bertingkah bodoh saat di depannya, dan segala macam hal aneh lainnya. Terima kasih Tuhan akhirnya aku mendapatkannya. Kesenangan itu dimulai dari hal kecil, semenjak kami jadian dia selalu menjemput ku untuk pergi bersama. Dia selalu mengantar jemputku kesekolah iya walaupun hal kecil itu membuatku merasa orang yang spesial. Dan semua mulai berubah ketika ia mulai seutuhnya mencintaiku dan sekarang aku mulai bosan dengan apa yang kulakukan. Aku bosan untuk mencintainya, aku bosan untuk mengaguminya. Entah kenapa, aku rasa aku hanya terlalu lama memendam rasa ini. Dan sekarang, yang kurasakan mulai hilang, rasa yang dulu amat besar sekarang hanya terasa biasa. Aku mulai berpikir, bodoh ya aku dulu, begitu spesialkah dia dulu? Ternyata pertanyaan itu terjawab sudah. Kau tak seperti apa yang kubayangkan, kau tak seperti apa yang kuharapkan dulu. Mungkin aku sudah lelah, mungkin aku sudah letih untuk memahamimu. Dan kini mungkin ini yang dinamakan karma. Kau lah yang menyimpan perasaan itu. Dan aku? Aku sekarang menjadi seperti dirimu dulu. Merasa bodoh untuk memahami orang yang tidak kuharapkan. Ya mungkin Tuhan sedang menguji kita dengan cara mengenalkan figur ku ke kamu dan figurmu ke aku. Semua candamu terasa hampa, semua katamu terasa dusta. Iya ketika lelah menyapa. Kini ada dia yang lain hadir dalam hariku. Dia yang dapat memberikanku bahagia, dia yang dapat berikanku tawa. Disaat dirimu tak dapar melakukannya. Dan dia itu… Sahabatmu. Aku tak tahu apakah ini salah, aku tak tahu apakah ini dosa. Aku hanya merasa nyaman saat berada dalam rangkulan candanya. Saat dalam hangatnya senyumnya. Aku merasa dia sangat tulus menyayangiku. Ia dia willy. Sahabat terdekatmu. Haruskah aku mendua? Haruskah aku menyelesaikan hubungan ini? Aku tak tahu. Aku bingung. Aku ingin pergi dengan willy tapi aku takut ia tak lebih baik darimu. Tapi apabila aku terus denganmu, aku tak mau hubungan yang kita jalankan hanya dijalani dengan paksa. Dan makin lama menumbuhkan rasa bosan. Aku bingung Tuhan. Aku hanya ingin mencintai seseorang yang memang di takdirkan padaku. Tapi siapa? Calvin kah? Atau Willy kah? Jika lajut dengan calvin apakah itu tidak berdampak baik baginya? Aku sudah bosan Tuhan. Apabila dengan Willy? Aku tak mau dia menjadi musuh bagi Calvin. Aku bingung, sungguh bingung. Dan akhirnya aku memilih untuk tetap bersama Calvin. Aku akan terus, mencoba mencintai ia seperti dulu. Aku hanya belum siap untuk berlabuh ke pulau yang baru. Karena ku tahu, pulai yang baru tersebut belum tentu dapat menjanjikan keindahan pulau yang kumiliki saat ini. Pulau yang terlihat indah diluar belum tentu akan indah seutuhnya di dalamnya. Dan aku sekarang hanya diuji untuk menyatukan hati disaat perbedaan yang banyak mulai muncul. Aku dituntut untuk bisa sabar. Aku tahu Tuhan itu adil. Ini pasti hanya sebuah cobaan yang dapat kulewati dengan orang yang kucinta. Ini hanya satu cara untuk menguatkan dan mengokohkan jalinan cinta kami. Terima kasih Tuhan, aku pasti bisa melewatinya.
Tuhan, terimakasih untuk segala yang kau berikan kepadaku hari ini. Sangat ku ucapkan terimakasih. Karena aku masih dapat melihat senyuman itu. Senyuman bagai hembusan angin yang menyejukkan disaat hari sangat panas. Iya senyuman yang sangat indah yang terlukis dari raut wajahnya. Sebuah sinyal yang menandakan ia bahagia, iya walau kutau itu tercipta bukan atas perbuatanku. Tapi aku cukup bahagia dapat melihatnya tertawa lepas. Dapat melihatnya senyum bahagia. Terkadang atau mungkin dalam setiap senyumnya, aku ingin menjadi alasan mengapa ia melukiskan senyum itu, tersenyum akan candaan ku, tertawa akan lelucoan ku. Iya berkat aku, atas apa yang kulakukan. Tak ada salahnya berharap kan? Tak ada salahnya mempunyai mimpi. Karena aku percaya hanya dalam mimpi dan dunia khayalku lah kau terasa semakin dekat dengan ku. Kau terasa selalu berada didekatku, dihatiku tepatnya. Walaupun hanya mimpi, dan tak lupa pula aku ucapkan terima kasih kepada Tuhan telah menciptakan mimpi. Mimpi yang hadir disaat aku terlelap dalam tidur. Tapi ada satu yang aku sesalkan, kenapa Tuhan hanya dalam mimpi aku dapat dekat dengannya? Kenapa berbanding terbalik dengan kenyataan tuhan? Apa yang salah sehingga aku tak dapat dekat dengannya? Apakah dia orang yang salah? Apakah cinta hadir disaat yang tak tepat? Akupun terus bertanya tanya dalam hati kecilku. Dan sampai kini aku tak tahu alasan mengapa aku jauh dan amat jauh dari dirinya. Mungkin dia sadar, bahwa aku terus memerhatikan gerak geriknya, apa yang ia perbuat. Iya terkadang aku seperti orang bodoh yang berharap mendapatkan nilai sempurna disaat aku tidak belajar. Iya sangat amat tidak mungkin. Berbincang pun tak pernah kita lakukan, apalagi kau dan aku jadi kita? Wah sangat jauh dari anganku. Disaat aku merasakan rindu yang berat yang kulakukan hanya menatap layar monitor yang terpampang sebuah gambar kotak kotak yang menggambarkan wajahmu. Iya hanya berbatas layar monitor pun dapat sedikit menghapuskan rasa rindu, walau tak seutuhnya tapi cukup bagiku untuk menghibur diriku dalam lautan kerinduan. Ya inilah caraku mencitaimu, cara ku untuk mengagumimu. Biarlah dengan cara ini aku bertahan. Bertahan dalam ketidak pastian. Iya bukan masalah yang besar bagiku kalau aku hanya dapat diam dan menunggu. Biarlah dengan berjalannya waktu, kau akan sadar bahwa ada seseorang yang menunggumu. Yang mengharapkanmu hadir dalam hari harinya. Iya itu aku. Aku yang telah larut dalam ruang hampa. Ruang yang tak dapat menjanjikan sesuatu yang pasti. Aku tak tahu ini tentang apa, salah orang, salah waktu atau apa aku yak tahu. Cinta tak pernah lupa membawa jam ketika ia datang. Ia mengajarkan kita bahwa kita harus dapat mencintai seseorang dengan alami. Dengan perasaan dan itu butuh waktu. Iya aku percaya bahwa yang kurasakan ini baru rasa suka. Mungkin cinta belum ditakdirkan kini di hidupku. Biarkanlah Tuhan yang mengatur skenario ini, karena ku tahu aku punya akhir cerita cinta yang indah. Dan itu masih akan menjadi rahasia Tuhan. Entah siapa orang itu, aku berharap kamulah yang nanti akan menjadi temanku. Temanku seutuhnya.
February 2013
3 posts
Kumulai hari dengan memikirkanmu, memikirkan sesosok orang yang ku damba, seseorang yang ku cinta. Dan selalu pertanyaan yang muncul adalah “kamu apa kabar?” itulah kata yang selalu ku ungkapkan. Ya mungkin rasa rindu ini yang terlalu berat. Ya rindu itu, rasa pengen ketemu dan bercengkrama denganmu, perasaan yang simple tapi bisa bikin kita merasa sedih berkepanjangan ketika dia, tidak ada disamping kita. Entah kenapa senyum mu itu dapat memancarkan sinar yang indah bagai terangnya sinar matahari. Tetapi ketika senyum itu hilang, hari bagai kelam dan ditutupi awan mendung. Ya ketika senyum itu tak hadir dalam hariku, dalam pagi dan soreku. Aku tak pernah berharap kau akan jadi milikku, tapi aku hanya berharap kau bisa jadi temanku, teman untuk menuangkan segala kepenatan ketika seseorang lain pun tak bisa mengerti, iya tempat terakhir persinggahanku itu ya kamu. Kalau aku berharap lebih? Aku takut akan yang namanya kecewa, kecewa menerima keadaan yang tak ku harapkan. Aku tak berani untuk berteman dengan rasa luka, karna luka dapat meninggalkan bekas yang tak dapat hilang bertahun tahun, iya itulah aku. Aku yang mengagumi mu.terlalu berharap kebanyakan berbanding lurus dengan kecewa dan berbanding terbalik dengan kenyataan. Entah apa, aku belum siap untuk menerima luka, aku hanya ingin merasakan dan menikmati keindahan yang tercipta diantara kita. Dengan hanya bertatap muka dan saling memberikan senyuman manis itumembuatku meras aorang yang paling beruntung di dunia, satu satunya orang yang dapat merasakan surga dunia, iya bagiku engkau adalah surga yang di ciptakan Tuhan di dunia, akupun berterima kasih dengan tuhan telah menciptakan seorang yang indah melebihi indahnya pelangi, melebihi semua yang ada. Ya terimakasih Tuhan, aku percaya dialah tempat yang cocok untukku bermuara ketika aku sedang berlayar didalam lautan kesedihan dan dalam samudra kegembiraan. Dialah yang hanya dapat mengerti semua perasaan yang berada di dunia kahyalku, dunia yang dipenuhi dengan hal hal yang unik. Akupun membuat puisi yang simple menurutku tapi entah apa menurut orang:
” Pelangiku
Kau menyinari hariku yang kelam,
Kau hadir disaat aku butuhkan,
Hadir disaat aku tidak lagi membutuhkan kata,
Tetapi ketika aku membutuhkan tempat untuk aku menengadahkan kepala ku,
Tempat dimana aku dapat menuangkan segala penat dalam hidupku,
Aku percaya kamu ditakdirkan untukku, Untuk menemani hari hariku,” Dan pada suatu kesempatan ada seorang temanku yang membaca puisi ini. Dan ia pun menyadari siapa orang yang ku kagumi, dan ia pun memberitahunya. Awalnya memang dia sedikit menghiraukan puisi puisi yang ku buat, tapi ketika semua yang kubuat di berikan kepadanya yang dibantu temanku itu, ia pun jadi mulai tertarik kepadaku. Iya dia mulai mendekat kepadaku, sekali lagi aku berterima kasih kepada temanku, mungkin apabila tanpa dia, aku tak dapat sedekat ini denganmu. Hingga pada malam sabtu itu, kau mengajak ku untuk makan malam di sebuah cafe ternama di kotaku. Kau menyatakan perasaanmu, perasaan yang kurasakan dari awal bertemu. Oh Tuhan aku pun berterimakasih dalam hati telah menjadikan dia satu langkah lebih dekat denganku. Terimakasih Tuhan dia telah menjadi milikku. Dibulan pertama kami menjalin hubungan ia sangat terasa spesial. Begitu juga dengan bulan bulan berikutnya, ia selalu mengisi hariku dang candanya dengan tawanya, dengan senyumnya yang ku agung agungkan. Senyum itu kini menjadi milikku seutuhnya, senyum itu di tujukan hanya kepadaku. Dunia terasa indahnya, setiap kali memasuki bulan berikutnya ia selalu memberi kejutan yang tak pernah dapat kuduga, ia selalu mempunyai ide yang bagus untuk membuatku merasa sempurna. Memberikanku bunga, mengajakku bepergian, berkuda bersama dan masih banyak hal indah lain yang kurasakan saat bersamanya, ku tahu Tuhan itu adil, Tuhan selalu memberikan balasan yang setimpal saat kita telah berusaha dan berdoa, semua terasa tak sia sia, semua terasa bermakna saat dia disisiku. Tapi, hubungan kami mulai terasa renggang ketika kami jarang berkomunikasi, pada suatu saat aku meminjam handphone dia, kulihat ada sebuah pesan yang berisikan kata kata indah layaknya seorang kekasih. Aku pun masih dapat menerima ketika ia menjelaskannya, dia bilang itu hanya adiknya, dan ia bilang itu hanya pesan dari seseorang yang mengaguminya, entah kenapa aku percaya, ya mungkin inilah namanya cinta. Cinta membutakan semua, termasuk mata hati pun dapat ia butakan, sehingga membuat kita tak dapat mengerti mana yang indah dan mana yang buruk. Masalah kami pun terus berdatangan ketika hubungan kami sudah berlangsung selama 1 tahun, tangis pun mengiringi setiap kesedihanku yang engkau perbuat, mulai dari kadar kecuekan mu yang bertambah, dan ada gosip tentang dia yang mulai mendambakan gadis lain, aku pun tak tahu harus berbuat apa ketika kau mengatakan, “aku mulai bosan dengan sikapmu yang seperti anak kecil ini,” aku tak tahu aku hanya melakukan yang menurutku memang benar, hingga aku menangis semalaman, dan berakibat pada mataku, ya menjadi membengkak di keesokan harinya, aku mulai diburu dengan pertanyaan teman teman kelasku, tapi semua pertanyaan mereka hanya kujawab dengan sebuah senyuman. Walau kutahu ku tak dapat memendam ini sendiri, akhirnya aku memutuskan bercerita pada seorang sahabatku, sudah panjang lebar aku bercerita, ia berkata ” sudah, untuk apa kau bersedih? Apa dia akan mengerti? Kau jangan terus larut dalam situasi ini, kau harus mengambil sebuah keputusan, lanjut dengan kesedihan atau pergi demi kebahagiaan?”. Pertanyaanya yang terakhir hanya kujawab dengan senyuman aku bingung dan aku akhirnya menjawab ” aku akan terus bertahan, untuk apa aku menyerah dengan hal sepele ini? Untuk apa aku menyerah pada waktu? Aku akan mencoba terus menjaga cinta sejatiku, meskipun aku akan terus larut dalam kesedihan, karna aku percaya, dialah teman hidupku nanti,”. Kembali ia menjawab: “sungguh bodoh kau, sekarang ku tanya, apakah cinta sejati harus bertahan sampai sekarat? Apakah cinta sejati harus menerima kesedihan yang berlebih dibandingkan dengan kesenangan? Apakah cinta sejati melahirkan banyak tangis dibanding tawa? Apakah cinta sejati harus mengorbankan perasaan demi kesenangan sepihak?”. Pertanyaan yang sangat membuat ku bingun dengan apa yang kulakukan sekarang, dengan bulat aku mengambil keputusan untuk menunggu beberapa bulan. Aku percaya dia akan berubah. Tetapi nyatanya, ia menjadi semakin parah, hingga sampai pada titikpuncak dimana aku melihat dengan mata kepalaku dia berjalan dengan orang lain. Akupun terkejut dan aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami saat itu juga. Dan mencari kehidupan yang lebih baik. Dan aku yakin pasti ada seseorang yang disana, yang kelak akan menjadi teman hiduoku yang seutuhnya, iya mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Ini hanya masalah waktu, aku hanya belum menemukan waktu yang tepat. Aku yakin Tuhan hanya memberikanku sebuah pelajaran dan teman, iya itu luka, teman yang tak nyata tapi bisa dirasakan. Kehadirannya membuatku banyak mendapatkan pengajaran baru, bahwa hidup tak semudah dan semulus yang kita rencanakan. Terkadang kita harus menerima bahwa luka adalah guru yang terbaik.
January 2013
1 post
Disaat ku merindukanmu, aktifitas yang selalu ku lakukan adalah melihat fotomu, melihat sebuah halaman yg berisikan aktifitasmu di dunia maya, ya hanya sebatas dunia maya. Tapi aku cukup senang, dengan melakukan aktifitas itu, dapat membuatku sedikit dapat menghapuskan kadar rindu, ya walau yg tersisa masih banyak dari yang hilang. Ku lihat, chat lama diantara kita, chat yang berisikan lelucon dengan penuh emot senyum, ya sekali lagi ku merindukan hal tersebut. Hal yang terlihat biasa tapi, bagiku itu sebuah anugrah dimana aku dapat bercengkrama denganmu walau hanya di dunia maya, yang hanya berbataskan layar monitor. Aku sungguh senang ketika melihat namamu mengeluarkan sebuah tombol hijau yg menandakan kau sedang online, entah mengapa ku tak dapat menahan gerak jemari jemariku yang menuliskan berbagai kata yang terkadang terlihat gila setelah ku baca. Tapi akupun tak dapat menyalahkan seutuhnya kepada jemari jemariku, karna sesungguhnya memang itulah yang ingin ku sampaikan padamu. Dulu, memang mungkin aku senang dengan lagu lebih indah, yg berisi: “dan kau hadir mengubah segalanya, Menjadi lebih indah, Kau bawa cintaku setinggi angkasa, Kau buat ku merasa sempurna,” Sebuah lagu yg dulu selalu kudengar di pagi dan malamku, sebagai pembuka dan penutup hariku, ya waktu aku masih mendamba sesosok orang yang kuanggap adalah orang yang terbaik untukku, tidak hanya sekarang tapi selamanya. Ya kuakui ku tlah dibutakan oleh parasmu yg begitu indah. Ternyata aku salah, mungkin benar pertua pertua yg ku dengar bahwa paras tak menentukan hati. Hatimu berbanding terbalik dengan parasmu, hatimu sungguh busuk, ku tak percaya setelah banyak waktu yg kulalui ku benci, dan ku sadar betapa bodohnya aku, mendambakan seseorang yang tak pernah sedikitpun menaruh rasa kagum kepadaku. Mungkin aku terlalu hanyut dalam senyumu yg indah sehingga ku tak dapat membedakan mana senyum yang tulus untukku dan mana senyum yang hanya ditujukan kepada seorang pengagum. Oh sungguh bodoh aku. Kau datang waktu ada perlu, dan kau pergi ketika semua usai dan kita seperti orang yang tidak saling kenal. Ya kita itu, strangers that have memories ya emang bener kok kaya orang yang gakenal dan gapernah ketemu tapi punya kenangan gitu, ya ketika itu aku merasa seperi orang bodoh yang amat memalukan, ketika kau memperlakukan ku seperti itu. Emang ya kalo cinta udh merasuki jiwa semua terlihat indah, dan ketika kita merasakan pahitnya cinta, ya apa yang kita bisa lakuin? Cuma sedih kan? Netesin air mata buat orang yg gak pantes untuk itu, orang yang lebih rendah dari tumpukan plasti bau yang terkumpul disebuah tong (re: sampah). WTF bgt ya? Bodohnya kita, sungguh bodoh, kita demi dia, dia apa? Demikian! Semua yang udh kita lakuin kaya cuma upil yang dia buang sembarangan. Dan terima kasih Tuhan telah menunjukkan ku siapa dia yang sebenarnya, dia yang hanya bisa, menggoreskan luka, dan memberikan kesedihan serta air mata yang selalu membasuhi pipi. Masih mau makan cinta? Udah, gausah mikirin perasaan. Cinta buat makan? Gabakal kenyang. Ya lakukan semua itu pake otak. Lakukan semua itu yg realistis, kalo hanya dongeng, capek capek kita berharap dan itu hanya terealistis di dalam dunia khayal kita. Lagu nya raisa pun menyadarkanku bahwa kita harus move on dari sesuatu yang hanya sebuah fiksi belak@: “dahulu ku bermimpi kisah cinta Abadi bersamamu, Ternyata semua berakhir tak seperti yang ku harapkan, Baru ku mengerti Ku sadari Oh ku tak sendiri pancaran sinar mentari menemani tiada henti, Oohh dan tak kusesali, tlah kulupakan dirimu tak mengapa aku melangkah Sendiri dapat kujalani… Waah lagunya yaaa? Move on gitu, udh gitu emangsih pas awal awal move on suka susah, bingung, you said move on, but where do i go? Hmm jtu sempet jadi hot topic on my head. Tapi berangsur2 aku nemuin jawabannya, ya follow ur mind and ur mind will show you who is the goodest person that will be ur hero. Keyakinan itu ngebuat aku jadi nambah semangat untuk hidup tanpa ada bayang bayangnya, ya orang ku cinta, tapi itu dulu. Akupun tak sedikitpun berharap untuk dapat bersamamu lagu, bersamamu yang ku damba dulu. Tapi, satu hal yang tak dapat membuatku lupa akan sosokmu, ya itu secarik kertas usam yang berisi puisi yang kau buat untukku. Kata kata yang indah dan berkonotasi yang kau beri untukku, ya itu terlihat sempurna. Tetapi, ahbsudahlah aku harus keluar dari sosok orang yang hanya bisa mempermainkan perasaan orang lain, seseorang yanghanya memanfaatkan orang lain hanya demi dirinya sendiri. Ya itu kamu, kamu dan kamu, dan sekarang aku temukan dia yang setidaknya jauh lebih baik dan jauh lebih +++++ darimu tapi satu yang kutakutkan, yang sama halnya denganmu, aku mengenalinya lewat dunia maya. Ntah kenapa semua orang yang kusukai, aku kenal di dunia maya. Dunia maya yang mengantarkan ku kepada orang yang ku damba, tapi aku percaya yang satu ini, bahwa dia bukanlah orang yang salah melainkan dialah orang yang kubutuhkan dan dialah orang yang kudambakan. Terima kasih kutunjukkan kepada dunia maya yang telah mengenalkanku kepadanya. Kini hidupku lebih berwarna dari pelangi, pelangi yang melukiskan semua warna hidup. Aku dan dia pun seperti awan yang berada disekitar pelangi, berada diantara keindahan kasih sayang yang alami.
December 2012
2 posts
“Aku ingin disetiap langkahku ada kamu, Di setiap tawaku terlukiskan wajahmu, Disetiap candaku ada tawa mu, Dan selama ku hidup ada hembusan nafasmu.” Puisi yang lama ku dapatkan darimu kini hanya sebuah kertas usam yang hanya berisi kata kata yg memiliki kiasan. Kini janji yang kau ucap saat kita pertama bertemu sirnah. Janji yang berisi sehidup semati, janji yang berisi kita akan selalu bersama, janji yang berisi untaian kata yang kini terasa hanya omong kosong belaka. Ketika ku sadari bahwa hatimu bukanlah untukku, disaat semua yang kau lakukan tidaklah tertuju padaku, aku pun hanya terdiam dan yakin bahwa kau bukan yang terbaik untukku. Namun aku pun tak ingin memungkiri apabila Tuhan tlah menakdirkan kau terlahir sebagai tulang rusukku aku akan menunggumu walau kau harus berlabuh kepulau pulau yang lain sebelum kau pada akhirnya akan berlabuh dihatiku. Sebagai tujuan akhirmu, sebagai rumah bagimu, sebagai tempat dimana kau dapat menuangkan segala keluh kesalmu disaat orang lain tak sejalan dengan pikiranmu. Dan yang pasti menjadi tulang rusuk bagimu. Aku pun masih ingat saat terakhir kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah kita jalin selama 3 tahun bertepatan disaat kita anniv yang ke 37 bulan. “hei kamu pasti inget kan hari ini ada sesuatu yang spesial?” tanyaku. “oh ya kita anniv kan yang ke-37 bulan? Sungguh tak terasa ya sudah selama ini kita bersama. Tapi ada yang ingin ku katakan.” Aku pun menduga duga pastilah ia ingin memberikan sesuatu yang berharga di hari spesial ini. Dan ia melakukan seperti yang ku bayangkan. “hey kamu ada waktu ga nanti malem?.” Tanyanya dengan muka penuh harap. “iya. emang kenapa? Eh tumben nanyain. Biasanya juga kalo anniv adem ayem aja di rumah. Ngucapin lewat bbman doang. Nah sekarang ngajak ketemuan, ecie pacarnya aku ada kemajuan nih. Pasti pengen ngajakin dinner gitu kan? Ayo ngaku ayo?” “dih kamu GR banget” sambil menyubit kedua pipiku. “gapapa kan? Kan sama pacarnya aku, kan kamu yang ngajarin aku kalo kita harus PD. Kamu gimana ih.” “haha iya sih. Kita jalan yuk nanti malem. Ntar nanti malem aku jemput. “oke. Jam berapa? Jam 7 aja ya.” “oke. Ntar aku jemput ya.”
Malam yang aku tunggu tunggu pun akhirnya datang. Ia menjemputku dengan mobil yang biasanya mengantarkan ku kesekolah. Ia pun terlihat sangat menawan. Sungguh ku tak tau dan heran mengapa dia berubah secepat ini, berubah dari orang yang biasanya cuek dan bodo amat sekarang jadi, ah sudahlah tak dapat ku lukiskan perasaan ku pada saat itu. Ketika di mobil aku pun bertanya mau kemanakah kita. Dan ia diam dan tak mau menjawab hingga kami sampai disebuah cafe yg bertemakan classic modern. Memang ia sangat tau tempat favoritku. Sesampainya disana ada sebuah meja yg dikelilingin lilin berbentuk hati. Oh ini terlihat biass di film film tapi bagiku ini adalah sebuah anugrah yg indah dan tands cinta seseorang yang sangat tulus mencintai sang kekasih. Dan aku pun menyindirnya dengan berkata: “kalo aja kamu yang kasih itu buat aku.” “haha its yours. Itu semua aku kok yg ngerancang” ia menjawab dengan senyumnya yang sangat menawan. Kecil tapi mebekas di hati. “pacarnya aku kok jadi seromantis ini sih. Kessmbet apa ya kamu? Tapi entahlah apa itu, makasih ya buat surprise nya.” “okay. Its not a big surprise kok”. Aku pun langsung mengungkapkan perasaan ku di jejaring sosial. Lantas aku menuliskan: “ku tak tau apa ini. Tapi aku suka banget. Thanks God, You give me a special night.” Entah apa yang kurasakan tetapi malam itu terlihat sangat indah. Bintang terlihat lebih terang, dan bulan terlihat manis dengan menggambarkan sebuah senyuman. I dont know but everything look more beautiful as cute as he is. Oh kegilaan apa yang kurasakan ini. Tapi ini sangat indah. Dan disaat kami sedang menikmati makan malam kami, band di cafe itupun melantunkan sebuah lagu yang indah seperti judulnya lebih indah. “engkau hadir merubah segalanya, Menjadi lebih indah, Kau bawa cintaku setinggi angkasa Membuat ku merasa sempurna” Tak tau apa yang harus ku katakan tapi ini sempurna. Sebuah malam seperti di negri dogeng. Malam yang selalu di dambakan oleh setiap orang. Malam dimana romeo dan juliet dipertemukan oleh alam dengan kekuatan cints mereka. Perasaanku semakin melambung tinggi. Dan aku hanya tersenyum dan meneteskan air mata haru atas segala yg ia berikan kepadaku. Aku tahu bahwa ia adalah malaikatku. Ia yang dapat membuat hari burukku menjadi hari indah. Ia yang dapat membuat ku tertawa disaat aku terjatuh dalam perasaan sedih. Entah mengapa aku percaya bahwa ialah pangeranku nanti. Dan keyakinanku semakin kuat bahwa ia memang orang yg aku butuhkan, teman dihidupku, rumah bagiku, pusat kebahagiaanku, dan tulang rusukku. Karena ialah yg dapat merubah sesuatu yg biasa menjadi luar biasa. Dan acara makan malam kami ditutup dengan berfoto di taman yang ada di cafe tersebut. Tak terhitung jumlah foto yg kami ambil pada malam itu. Lalu waktu telah menunjukkan pukul 10:00 dan kami bergegas untuk pulang. Di tengah perjalanan ia ingin berkata sesuatu. Tetapi saat ia ingin berkata oa selalu gugup dan tak jadi mengungkapkannya. Aku pun semakin heran apa yang ingin ia katakan. Saat memasuki komplek rumahku akhirnya ia pun mengatakan isi hatinya. Kata katanya membuat aku terkejut dan terdiam. Terdiam untuk beberapa saat. Aku hanya menjawab semua pertanyaan yang ia ajukan dengan sebuah senyuman yang di iringindengan sebuah tangisan. Aku hanya tak percaya ia bisa mengatakan itu. Setelah segala yang ia lakukan ia memutuskan ku pada hari dimana kami anniv. Sesampainya dirumah aku langsung berlari ke kamar. Aku menangis semalaman. Dan keesokan harinya aku pergi sekolah sendirian tak seperti biasanya. Tanpa ia yang kudamba, yg sekarang telah menjadi ia yang ku benci. Tapi entah kenapa ia terlalu berarti untukku. Membekas difikiranku. Akupun mencarinya, dan ternyata ia tidak masuk sekolah dengan alasan izin. Aku masih berfikir bahwa mungkin ia ada urusan keluarga. Setelah tiga hari, seminggu aku pun heran mengapa ia tak kunjung masuk sekolah. Setelah ku selidiki ternyata ia pergi ke luar negri untuk berobat. Ia mengidap kanker darah stadium 3. Dan ia membutuhkan donor sum sum tulang belakang. Aku pun segera menyusulnya kesana. Dan bertemulah aku dengan orang tuanya. Akupun langsung mengajukan diri untuk mendonorkan sum sum tulang belakang ku kepadanya. Setelah menjalani beberapa tahap pencocokan sum sum tulang belakang. Ternyata hasil tes ku menunjukkan kesamaan jenis tulang belakang. Tanpa berpikir panjang aku pun langsung mendaftarkan diri sebagai pendonor. Dan operasi akan dilaksanakan keesokan harinya. Dan operasi yang berlangsung selama 12 jam itupun berhasil sesuai harapan. Dan tak ingin ia tahu bahwa akulah pendonornya aku pun segera memutuskan kembali ke tanah air. Ia pun harus di rawat beberapa hari sebelum diizinkan untuk kembali kesini. Dan kami bahagia dengan hidup yang kami jalani. Hingga pada saat siska mengalami bebrapa dampak yang diakibatkan oleh operasi itu. Dan akhirnya ia meninggal. Pada saat itu terkuak lah semuanya. Dimas tahu bahwa siska lah yg mendonorkan sum sum tulang belakangnya kepadanya. Ia pun sangat menyesal. Dan ia menemukan sebuah blog pribadi siska yang berisi pesannterakhirnya: “aku sangat bahagia walau harus menjadi seperti ini. Aku sangat senang dapat membantu orang yang ku sayang Walau ragaku akan tak lagi dapat bersamanya,
Tapi jiwaku telah mengalir padanya, Aku sadar bahwa cinta adalah ketika kita dapat melakukan sesuatu yang dapat membuat orang yang kita sayangi dapat bahagia. Kuberikan semua untuknya karena kupercaya bahwa ialah tulang rusukku, ialah rumah bagiku, Dan takkan pernah aku menyesal karena itu memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, Walau raga kami tak dapat menyatu, Tapi jiwa kami akan selalu bersama, Terima kasih atas segala kebahagiaan yang telah kau berikan untukku, Dan sekarang giliranku untuk membalas segala kebaikanmu, Dan semoga kita akan bertemu di surga nanti, Menjadi pasangan yang abadi, Kucinta kau, tulang rusukku.” Pesan itu membuat ia menangis dan menyesali perbuatan bodohnya.
*****
Jangan sesekali kau memberikan harapan jika kau tak mampu mewujudkannya. Dan jangan menutupi sebuah masalah jika kau tak ingin menimbulkan berbagai masalah yang akan menyebabkan penyesalan diakhirnya.
November 2012
2 posts
Alexa, Ia adalah seorang gadis yang amat ceria. Hari harinya selalu dihiasi dengan senyuman dan candanya. Ketika Ia menginjak masa MOS SMA bertemulah Ia dengan seorang laki laki yg bernama Gerard. Ia pun jatuh cinta kepada gerard. Cinta mereka berlanjut hingga MOS pun usai. Dan Ternyata mereka ditempatkan pada satu kelas yang sama. Entah apakah ini, kode alamkah? Takdirkah? Tetapi hal itu membuat hati Alexa menjadi senang.
——- pada saat pembagian kelas
“hei Gerard?”
“hai Alexa. Ganyangka ya kita bisa sekelas lagi.”
Dengan hati yang sangat amat senang iya pun menjawab:
“Hmmm iya ya.”
“semoga kita bisa menjadi teman yg akrab ya”
Ketika itu Gerard menatap nya dengan mata yang mempunyai sebuah makna lain dibalik kata - kata yang disampaikannya. Dan tak mau hati Alexa kecewa, Ia pun mencoba meyakinkan diri bahwa semua yang Ia rasakan hanya sebuah perasaan saja.
Kemudian mereka mengakhiri pembicaraan dikarenakan waktu pembagian kelas pun habis. Mereka bergegas ke kelas mereka. Dengan berani Gerard mengajak Alexa untuk pergi ke kelasnya bersama - sama.
Berbulan bulan mereka lalui bersama. Hingga saat pengambilan jurusan pun tiba.
“hey kamu masuk jurusan apa?” Tanya Alexa
“aku masuk IPS. Kalo kamu?”
“aku ipa. Yah kita harus ke pisah ya? Hmmm gakerasa ya. Kita udah lama temenan harus ke pisah gini.”
“ya gapapa kan kita masih satu sekolah. Kan masih bisa main bareng.”
Dengan senyum yang memberikan Alexa semangat pun Ia yakin bahwa Gerard akan selalu ada disisinya.
Gerard mempunyai sebuah rencana ketika Alexa berulang tahun. Gerard ingin menyatakan isi hatinya kepada Alexa. Dan ulang tahun Alexa pun semakin dekat. Gerard sungguh amat semang hingga seseorang yg lain lebih dahulu menyatakan cinta kepada Alexa.
——- di lapangan sekolah
Terjadilah sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Kevin menembak Alexa. Tanpa memikirkan apapun iya menerima Kevin. Iya tak memikirkan bahwa yang akan dijalaninya hanyalah hubungan semu. Hubungan yang hanya diidamkan oleh sebelah pihak. Dikarenakan yang Alexa cintai adalah Gerard. Namun disatu sisi Alexa tak ingin menyakiti hati kevin dengan menolak cintanya. Alexa sangat terkejut ketika Ia tak sengaja membaca sebuah tweet dari Gerard.
“yah Ternyata aku terlambat. Dan kini Ia menjadi milik orang lain :) andai saja… Ah sudahlah.”
Aku pun bertanya tanya. Apakah tweet tersebut ditujukan kepadaku?. Dengan memberanikan diri aku pun bertanya kepadanya siapakah yg Ia maksud di tweet ya tersebut. Aku mengirimkannya sebuah pesan.
“Hey yang kamu maksud di tweet mu itu siapa? Hmmm.”
Gerard pun tak kunjung membalas pesan yang aku kirim.
Satu menit, stgh jam, 1 jam berlalu tak kunjung masuk pesan darinya. Hingga tepat pukul 10:00p.m ia membalas pesan ku. Aku pun terkejut membacanya.
“oh itu? Iya kamu. Aku pengen punya hubungan lebih sama kamu. Rencananya aku mau membak kamu di ulang tahun mu. Tapi aku keduluan deh :$ tapi gapapa, semoga kamu bahagia ya sama dia. Aku rasa kita berhenti berhubungan dulu ya, aku gaenak sama pacar barumu.”
Dengan membaca isi pesannya tersebut alexa pun menangis tersedu sedu. Ternyata orang yang Ia cintai mencintainya juga. Tapi apa daya mereka? Itu semua sudah terjadi. Waktu ke waktu berjalan kevin pun melihat ada yang ganjal terhadap Alexa. Setiap mereka bersama Alexa hanya diam dan melamun. Dan semua itu berubah ketika Ia melihat Gerard lewat dihadapannya. Namun Kevin tidak terlalu memikirkannya. Tapi, semua itu selalu silahkan Oleh Alexa Dan Hingga akhirnya cinta yang Kevin punya seiring dengan berjalannya waktu mulai memudar. Ia mulai bosan dengan Alexa. Namun cinta yang dimiliki Alexa mulai membesar dikarenakan ia sudah dapat melupakan Gerard yang pernah mewarnai harinya.
Ternyata di semester ke dia gerard harus Pindah dikarenakan ayah Gerard dipindahkan ketempat yang jauh, yaitu di banjarmasin. Saat ia alan pindah, is pun berpamitan dengan alexa Serta Kevin. Ia pun mengatakan:
“Kevin, tolong ya jaga Adik kecilku ini. Aku tau dia amat merepotkan. Tapi jangan sekali Kali kau membuat hatinya sakit ya, jangan pernah buat dia meneteskan air matanya. Jikalau ia sedang sedih, hiburlah dia. Karena kau lah pusat kebahagiaannya. Kau yang bisa membuatnya bahagia. Kutitipkan separuh hatiku padamu. Jadi apabila kau menyakitinya, berarti kau juga menyakiti hatiku. Camkan itu! Kalau dia nakal cubit saja pipinya!”.
“Dan kau Alexa terus kejar mimpimu, jangan pernah kau menyerah. Ingatkan janji kita? Kita Alan bertemu nanti ketika kita sudah sama2 sukses. Jaga diri baik baik ya, kalo Kevin menyakitimu, bilang saja padaku. See you!”
Ujar Gerard diakhir pertemuan mereka. Alexa pun menangis. Segera Gerard menghapuskan air mata Dan memeluknya. Kamu kuat kok.
——- 2 tahun kemudian ——-
Gerard sangat terkejut mendapatkan isi pesan Dari Kevin:
“hey mabro, Maaf ya aku Gabisa mempertahankan hubunganku dengan alexa. Karena aku tau sesungguhnya yang iya butuhkan hanya lah kau seorang. Kau adalah pusat kebahagiaannya. Kutitipkan hatinya padamu ya. Jaga dia baik2!.”
Namun Gerard pun sudah mempunyai kekasih hatinya. Tapi, is bingung. Lalu ia memutuskan untuk kembali Dan menemui Alexa. Alexa terlihat pucat Dan lemas.
“Alexa kamu kenapa?”
“oh aku gapapa kak, ini cuma penyakit ringan. Bentar juga sembuh kok :)”
“enggak. Pasti penyakit mu parah!. Kamu sakit apa?
“aku sakit Kanker darah kak”
“apaaaa? Sudah stadium berapa? Kok kamu ngga di rawat di rumah sakit?”
“stadium 4 kak. Percuma aku kerumah sakit. Toh aku hanya tinggal menunggu waktu saja.”
“tidak! Jangan berkata seperti itu! Pasti bisa disembuhkan! Ayo kita kerumah sakit sekarang!”
“iya kak iya. Kerumah sakit? Ah males. Aku sekarang cuma pengen jalan aja kan di taman Kota sambil nge ice cream kak. Mau kan kak?”
“iya Ayo kita kemana sekarang.”
——- ditaman Kota
“aaaa makasih ya kak! Udah Lana banget aku pengen kesini. Apa lagi bisa pergi sama kakak. Haha”
Gerard hanya mengusap kepala Alexa, Dan ternyata rambut Alexa mulai rontok.
“duh rambut aku rontok terus. Maap ya kak.”
Seketika itu dari hiding Alexa keluar darah Dan is tiba tiba pingsan. Dengan panik Gerard pun segera membawa Alexa kerumah sakit. Berjam jam berlalu Dan dokter pun keluar membawa kabar yang tidak menyenangkan. Alexa pun tak bisa diselamatkan, Dan akhirnya is pun meninggal dengan meninggal kan sejuta cita cita yang ia rencanakan dengan Gerard.
——————————————————-
Jangan pernah sesekali anda menyianyiakan orang yang mencintai anda dgn sepenuh hati. Jikalau ia membuatmu bahagia, dapat senyum Dalam kesedihan, tertawa Dalam tangisan, sosok yang mudah dirindukan ketika ia tak ada, berarti ialah pusat kebahagiaanmu, ialah sosok yang kau butuhkan dalam hidupmu. Dan ialah teman hidupmu.
October 2012
2 posts
Buat cerita ini setelah membaca blog @enyett. Sangan menginspirasi pemudaaah!
Pagi itu, kuingat sekali dipagi kamis yang cerah, aku terus mencarimu. aku yang merindukan senyummu yang manis, senyummu yang mengingatkanku bahwa dunia itu indah. Senyummu yang membuat duniaku lebih berwarna. Pagi itu aku tak dapat melihat senyummu. Akupun terus mencari cari dimana kah senyum yang manis itu, dimanakah senyum yang dapat menyemangatiku, senyum yang dapat memberikanku secercah harapan walau ku tau senyum yang kau beri itu bukanlah untukku. Ku tau mengagumi mu adalah suatu hal yang terdengar naif tapi bagiku itu adalah sebuah kegiatan yang memberikanku pengertian kalau hidup itu indah karna didunia ada dirimu. Dari beribu2 orang di dunia bahkan berjuta - juta manusia, entah kenapa aku hanya luluh akan senyummu tersebut. Ternyata, pada hari itu setelahku selidiki kau tidak masuk sekolah. Dalam hati aku pun bertanya. Timbullah pertanyaan yang aneh:
Apakah dia sakit? Sakit apa dia? Ataukah dia sedang ada urusan keluarga? Atau apa?
Dengan itu membuat semangat ku hari itu mulai berkurang. Aku sangat sangat merindukan sesosok senyum yang simple menurut orang lain tetapi menurutku, dialah yang mempunyai senyum termanis melebihi the sweetest sugar in the world. Entahlah dunia menjadi gila ketika cinta menyapa~ aku pun tak memungkiri ungkapan tersebut.
———- keesokan harinya.
Seperti biasanya untuk memulai hariku, aku melaksanakan ritual aneh, yaitu meng-stalking TL si dia yang ku kagumi. Ku baca tweet2nya, entah kenapa aku berasa semua tweet yang ia ketik berasa tertuju padaku. Entah apa ini namanya rasa PD yang terlalu tinggi atau rasa apalah aku pun tak tau. Setelah melakukan ritual anehku, aku pun bergegas pergi kesekolah. Ketika sesampainya di depan pagar rumah. Lewatlah sesosok orang dengan senyum manis yang ku dambakan. Dan yang tak ku duga - duga ia pun mengklakson ku dan berkata ” aku duluan ya ” dan ia mengakhirinya dengan senyuman yang dapat membuyarkan segala isi pikiranku. Aku pun tak habis fikir. Apakah ini sebuah anugrah? Apakah ini mimpi? Dan untuk meyakinkan diri ku injak kaki kananku dengan kaki kiriku untuk meyakinkan bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.
Dan untuk mengabadikan momen ini aku pun menuliskannya pada diari ku.
*Sabtu, 27 Oktober 2012*
… Hari ini aku sangat senang, orang yang kukagumi memberikan senyuman itu khusus padaku, dunia pun begitu indah. Matahari terlihat bersinar terang dari biasanya, everything more beautiful than before …
Tapi aku pun takmau orang lain tau bahwa aku mengagumi mu. Aku cukup bahagia dengan cara ini aku dapat menikmati senyummu.
“Aku hanya ingin mencintaimu dalam kerahasiaan, cukup aku dan tuhan yang tau bahwa kau adalah dambaan hatiku. Kau yang dapat meng- Fix ma broken heart. Dan mungkin terus begitu. Dalam keheningan kuberdoa, semoga kau memang yang terbaik untukku, walaupun bukan sekarang, tapi aku yakin bila memang kita berjodoh, kau kan datang padaku untuk menjadi teman hidupku, selamanya…”
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
“Cinta adalah ketika dia dapat membuatmu lebih bahagia dari sebelumnya, dia yang dapat membuat kesedihan lebih sedikit hadir daripada kebahagiaan. Dia yang dapat merubah segalanya menjadi lebih indah”
Disuatu pagi yang cerah, clara pun memulai pagi dengan sarapan bersama keluargaku. Clara bahagia dapat makan bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Dikarenakan biasanya kedua orangnya bekerja keluar kota. Ia lihat tanggal Dan ternyata hari ini adalah tepat 3 hari lagi anak kelas 12 melaksanakan perpisahan. Dimulai dari itu ia pun panik. Karena ia salah satu panitia Dan Clara belum membeli pakaian yang bagus untuk hari perpisahan tersebut. Alasan kedua ia juga akan merasakan kehilangan dikarenakan kekeasih hatinya pun akan merantau keluar Kota untuk melanjutkan sekolahnya. Seketika is pun terdiam. Lalu dikarenakan sang ayah kebingungan melihat tingkah sang anak yang tiba - tiba merenung tersebut bertanya:
“clara, kenapa kamu nak?”
“ah kenapa? Hehehe” Clara menjawab terkejut.
“kok kamu lain ya? Kenapa nak? Cerita dong kalo Ada masalah”. Ujar sang ayah.
“ah gapapa kok yah. Everything is alright. Hehe”
Ketiga itu ia pun melanjutkan makannya dengan lahap, karena pada hari itu sang Ibu memasak makanan kesukaan Clara.
——— Menuju kesekolah.
Dan pada hari itu Clara yang biasanya terkenal aktif Dan cerdas tiba - tiba merenung. Dan dikarenakan perubahannya itu, teman yang duduk sebangku dengan Clara pun bertanya:
“hey clara, whats wrong with you?” ujar tasya
“oh I’m alright. Aku cuma kepikiran bentar lagi bakalan pisah sama dia”
“oh Jadi itu masalahmu, emang sih itu bakalan susah. Tapi aku yakin kamu kuat kok Clara.” ujar tasya
“oh aku bakal berusaha deh. Distance isn’t a big trouble”
Bel Istirahat pun berbunyi. Dan sang kekasih pun menghampirinya. Keenan pun mengajak sang kekasih untuk pergi mencari kostum untuk Clara yang akan dipakainya pada hari perpisahan tersebut. Clara pun sangat senang Dan turut bahagia. Dan keenan meyakini Nya lagi dengan mengatakan “kan ini jalan - jalan kita yg terakhir. Aku gatau loh kapan kita bisa kayak gini lagi”. Suasana pun tiba - tiba menjadi hening. Dan itupun menambah kegalauan Clara yang Akan ditinggalkan kekasihnya.
——— ketika di sebuah mall ternama di Jakarta.
Pilihan Clara pun jatuh kepada sebuah gaun yang berwarna ungu dengan sepatu high heels berwarna ungu. Dan sang kekasih pun sangat suka dengan gaun pilihan mereka berdua. Setelah Berjam - jam mencari gaun. Lapar pun menghampiri kedua perut mereka. Dan mereka pun makan di restoran yang cukup mahal. Disela - sela makan Keenan pun berkata “ga Kerasa ya waktu berlalu begitu cepet aja. Bentar lagi aku mau kuliah. Jadi, kita harus berstatus ‘LDR’ gitu ya? Kayaknya bakalan Susah nih galiat kamu bet bulan - bulan.” curhat Keenan.
Clara pun hanya menjawab semua keluhan Keenan dengan sebuah senyum an term abis yang dapat ia berikan. Dan Clara pun berkata
” kayanya udah malem ya, mendingan kita pulang deh. Takut dimarahin nih.” ujar clara yang tak dapat lagi membendung kesedihannya.
——- sesampainya dirumah
Clara langsung berlari ke kamarnya dan menangis semalaman. Tanpa memikirkan bahwa besok ia akan menjadi panitia perpisahan. Dan tak lama kemudian berderinglah hape clara tanda sebuah pesan masuk melalui BBM. Dan pesan terebut datang dari Keenan sang kekasih yang besok akan meninggalkannya untuk pergi menuntut imu di Bandung.
“Hey jangan sedih terus dong” isi pesan dari Keenan
‘iya aku ga sedih kok. Aku Cuma berat aja udah sekian lama kita bersama, tapi besok kita bakalan pisah gitu. Dan aku gatauu kapan bisa lagi ketemu sama kamu. Tapi aku coba meyakinkan diri kalo aku bisa, dan aku sanggup buat menjalani Long Distance Relationship. Hehe :” kalo kamu gimana?” curhat Clara
“Ya aku juga pasti berat ninggalin kamu. Tapi aku juga gamau sia-sia in kesempatan yang gak bakalan dateng dua kali kayak gini. Apalagi aku dapet undangan dari sebuah fakultas yang sangat di idam idamkan oleh seuruh anak sma disini. Tapi aku yakin kok kalo kamu nanti bakalan nyusul aku. Dan semua jarak yang memisahkann kita akan terhapuskan, aku percaya.” Ujar Keenan.
Dan mereka pun mengakhiri pembicaraannya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 malam. Mereka saling meyakinkan diri bahwa mereka akan dapat mengalahkan jarak untuk mempertahankan sebuah hubungan yang mereka jalin sejak bebeapa waktu yang cukup panjang.
——- Keesokan harinya, tepat pada hari pelepasan anak kelas XI
Clara pada saat itu sangat terlihat anggun dan cantik mengenakan busana yang langsung dipilih oleh kekasihnya. Ia menjadi pusat perhatian segala tamu hadirin yang datang pada saat itu. Acara perpisahan pun berlangsung lancar dan sesuai rencana. Ketika sampai pada acara Hiburan, Keenan yang sengaja mempersiapkan sebuah kejutan dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Kisah Kita, lagu ini sangat membuat Clara sedih tapi sekaligus bahagia karena kekasihnya akan menuntut ilmu demi masa depannya. Acara pada hari itu pun selesai. Dan Keenan buru – buru pulang karena pesawat nya akan take off sekitar pukul 7 malam waktu ssetempat. Clara pun yang tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan kekasihnya pergi pun ikut mengantarkan Keenan sampai bandara. Sepanjang jalan mereka berdua hanya berdiam diri. Mereka sama – sama tak ingin berpisah. Tetapi apalah daya, Keenan memang harus pergi untuk mewujudkan cita – citanya.
——- Sesampainya dibandara
Dengan sedikit meneteskan air mata Clara pun melepaskan kekasihnya pergi. Disaat sebelum pergi Keenan memeluk erat Clara dan berkata
“Percayalah kasih kita akan bertemu lagi dalam waktu yang dekat. Ini hanyalah sebuah masalah yang kecil. Kau dulu kan yang mengatakan bahwa jarak bukanlah sebuah alasan yang dapat menghancurkan cinta kita. Aku percaya cinta kita melebihi jarak dan rintangan yang terbentang diantara kita berdua. Aku percaya itu, jadi kamu gausah nangis ya” Bujuk Keenan
“Iya, tapi…”
Ujar clara yang tak dapat menyampaikan dikarenakan keenan sudah harus masuk ke pesawat dikarenakan namanya sudah dipanggil lebih dari 1 x. Keenan pun berlari sambil melambaikan tangan kepada Clara. Setelah pesawat yang dinaiki keenan telah take off, Clara pun segera pulang kerumah.
——- setelah berbulan – bulan kemudian…
Clara seperti biasanya curhat kedalam sebuah buku diary yang pernah diberikan oleh Keenan. Dan pada hari itu dia menulis:
“ hari ini aku sangat sedih. Ia tak menghubungiku beberapa hari. Aku cemas, aku takut. Apakah dia masih mengingatku? Apakah dia merindukanku? Lalu bagaimana bisa aku dapat melepas rindu apabila ia tak pernah menghubungiku? Aku telah menghubunginya tetapi ia tak pernah menjwabnya. Apakah salahku? Hanya melihat gambarnya itu tidak cukup bagiku untuk melepaskan rindu. Aku rindu akan tawanyaa, aku rindu akan candanya, aku rindu akan suaranya. Tetapi aku coba meyakinkan diri bahwa ia sedang sangat sibuk dan tak dapat memegang hapenya.”
Ternyata Keenan sedang mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun kekasihnya, ia sengaja pulang ke daerah asalnya demi untuk kekasihnya. Dan tibalah pada hari sabtu tepat 17 tahun yang lalu lahir seorang bidadari yang cantik. Dialah Clara, Clara tak sadar bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Dan Keenan pun telah membuat janji kepada salah seorang sahabatnya untuk mengajak Clara kesebuah restoran yang ternama di kotanya. Ketika itu clara datang dengan anggunnya, merela sudah berjanji untuk makan di sebuah meja bernomor 20, Clara pun bingung dikarenakan sahabatnya tak kunjung datang, setelah beberapa jam menunggu, kemudian lampu tiba tiba mati untuk beberapa menit. Dan tiba – tiba lampu menyala, dan dihadapannya ada seorang laki – laki yang sedang memegang kue serta membawa kado. Dan ternyata orang tersebut adalah Keenan. Seorang sosok kekasih yang selama ini ia rindukan, yang hanya dapat ia lihat dengan sebuah gambar yang terdapat di handphone nya. Calara yang tak dapat menahan kerinduannya, bergegas memeluk erat sang kekasihnya. Dan ia pun sangat bahagia. Dan di sela sela makan mereka, clara pun berkata:
“no matter how long the distance between us, our love can be more strong than it so its just like butiran sukhoi that cant beat our love. I love you”.
“cinta yang murni adalah cinta yang dapat mengalahkan segala rintangan yang ada didepannya, yang dapat mempertahankan hubungannya disaat orang lain berkata tidak, yang dapat bertahan disaat jarak dan waktu yang jauh memisahkan. Yang dapat bertahan ketika kecurigaan lebih besar dari kepercayaan. That’s LOVE”
August 2012
1 post
June 2012
2 posts
Yah gamaksud deh kalo mau buat ente semua galau. Kan niatnye cuma mau ngeshare sedikit pengalaman yang pernah dialamin, ya emang sih masih seputar X6. Untuk part kali ini. Saya cuma mau ngucapin banyakbanyak terimakasih dan banyak banyak permohonan maaf atas kesalahan yang disengaja atau tidak.
Kenapa sih X6 itu kayanya berarti banget buat lo?
*emmm berarti banget, ya mereka itu morethan classmates but my family brother and sister another mother hahaha.
Apa yang ngebuat lo merasa mereka berarti?
*menurut sudut pandang gue sih mereka itu orangnya ngangenin karena hampirrr 99% anak kelas gue itu baik, ucul, kece badai coy!
Pesan lo buat mereka apaan?
*jangan sombong, ketemu tegur karena gue yakin hanya 10% kemungkinan sekelas lagi, sisany? Pada pisah kan ada yg ke ipa ada yg ke ips? Kalo gue sih ipa, tapi menurut survei 60% lah anak kelas gue banyak yang milih jurusan ips. Nahkan sekain tipis kemungkinan untuk sekelas. So jangan sombong, sering2 ngumpul ya :)
Kesan?
*kelas yang terbaik yang pernah gue temuin
Kelas yg anaknya pada hobi makan
Kelas yang rela dan ikhlas diajak galau, seneng, sedih bareng
Kelas yang satusatunya belum makrab diantyara kelas X lain
Kelas yang gaterlalu menonjol dan gaterlalu menyumput ya sedang2 aja lah
Kelas yang punya banyak problems
Kelas yang punya wali kelas unik
Kelas yang mulut2 muridnya guedeee
Ya gapapalah whatever they said about us. But the only club who knew was us! Sekali lagi makasih atas semuanya ya temen2, makasih YaAllah udah ngenalin mereka, nice to knew them. Makasih atas semuamua pelajaran yg udh diberikan, makasih juga buat para guru yang udah sabar memberikan ilmu sama kami, kami sih gabisa ngasih apa2, kami hanya bisa berkata makasih atas ilmu dan bimbingannya, maaf kalo kami sering ribut, nakal dan semuamuanya.
Last part sih agak buat galau ya,
Emang kalo kita bicara pertemuan ya pasti ada perpisahan, kedua itu sudah hukum alam, bila ada aksi pasti ada reaksi. Ya perrtemuan yang manis harunya berakhir pada perpisahan yang manis pula. If I can choose, I never want to meet ya, cz I am not want to loose yall. If I have second chance I want, we can be together again. Makasih atas pertemuan yang manis ini, dan jadikanlah ini perpisahan yg manis pula :) kelas kita gada yg pindah kan? Jadi kita masih satu sekolah, tapi cuma beda kelas kan? So jangan lupa sama secuil kenangan X6, jangan lupa sama KzS ya semua. Cz we ever be a family, oh not ever but forever :) thankyouforeverythingguys~
Yah kalo diliat dari judul sih kurang menarik ya, tapi kalo udah dibaca dan diambil maknanya, wah beribu pelajaran lo dapetin!
Gue cuma mau merefresh aja sih tentang X6.
X6 ini unik, lucu, hobi makan, sama, hobi ngenyek* ya mungkin di kata ini lo pade agak sedikit bingung, it means ngejekin orang haha. Emang sih nyelekit tapi ya itu salah satu yang bikin kami mempunyai ciri khas dari beberapa kelas yang lain. X6 ini kalo pertama kebentuk penuh kelompok2 yang berbeda arah dan tujuan. Tapi setelah berjalan beberapa waktu, emmm ya gitulah. So far so good. Dan semua perbedaan dapat kami satukan, walaupun gak semua sih~
X6 kalo dibilang suka foto? Ya suka banget
Makan? BANGET BANGET haha
Tapi ada sisi buruk nya, kalo sumbangan beh susahny banget2. Dengan beribu alasan mereka katakan demi untuk gak menyumbang, miris kan? Iye emang.
Entah ya gue berasa beda aja setelah menjalani 1 tahun belajar di sma sama mereka dibandingin 3 tahun sama tmen smp yang mukany gada berubah satupun. Kekeluargaanya sih lebih berasa di X6 ini, setahun yang singkat tapi penuh arti.
Moment2 yang masih gue inget yang indah maupun yang jelek:
Pernah disuruh jalan jongkok sekelas, dimarah masalah liga and manymore bad problems. And what is good part of us? Apayah?
Good part nya itu kami ga malu2, kalo ngomong gitu transparan, kalo ngumpul mungkin suara paling ricuh itu kami. Hehe ya itulah kami, manusia penuh kekurangan.
Inget waktu mos sekelas joget goyang duyu nya project pop. Asik ya, rindu akan moment2 itu.
Temen yang berarti dari yang paling berarti ya semua, meraka itu coloring my life! Haha with different colors. Yah emang ada pertemuan ya memang harus ada perpisahan, mereka adalah dua sejoli yang tak dapat terpisahkan. Kalo bisa memilih, gue sih males ketemu kalian, karena gue gaksanggup untuk pisah sama kalian *tsaaah* #quotesoftheday!
Ya makasih ya temen2 buat semuanya especially buat: uneng, ulik, ria, applud, awi, nia, pupuik, asep! Dan semuamuanya
Thanks for coloring ma life, thanks for the lesson u gave. Thanks for being my inspiration!
Ya semoga kita bisa bertemu disuatu hari dan berkumpul dengan memegang sebuah jabatan yang diperhitungkan keberadaannya di negara a.k.a minimal sukses lah :)
Gue percaya kalo kalian itu perantara yang dikasih Allah buat mengenalkan dan menanamkan berbagai nilai dan warna dalam kehidupan ini, yang dulunya masih berfikir individualisme menjadi lebih demokratis! Makasih ya temen2
Ada sedikit pesen nih,
Jangan sombong ya kalo kita udah beda kelas, tetep negur, dan gausah deh yyang namanya jaim kalo ketemu, cz we’re bestfriend guys! And last part of this story I just wanna say, thanks for everything guys! (´▽`ʃ♡ƪ) youall
@andrianRiko